Mengenal Jenis dan Fungsi Helm Motor

Pada dasarnya helm motor dapat dikategorikan ke dalam berbagai jenis, tergantung sama aktivitas yang diperbuat Biker. Ada helm khusus bersepeda, berkuda, skateboarding, serta helm khusus pengendara motor beroda dua. Masing-masing bentuk helm tersebut, disesuaikan dengan tipe resiko yang didampakkan oleh aktivitas itu. Nah, Biker jangan hingga salah mengetahuiinya! Alih-alih selamat, malah sebaliknya yang didapat.

Mengenal Jenis dan Fungsi Helm Motor

Buat pengendara motor beroda dua, ada 5 tipe helm yang dikenal, yaitu full face, off-road alias motorcross, modular alias flip-up, open face alias half face, serta cetok (disebut juga dengan shorty helmet). Masing-masing helm dapat kasih perlindungan, asal dipakai sesuai syarat keamanan. Berikut masing-masingkeunggulan helm, mulai dari yang memberi keamanan maksimal hingga keamanan minimum.

Full face helmet
Helm full face punya tingkat keamanan maksimal soalnya helm ini menutupi seluruh kepala hingga dagu. Biarpun kesannya kayak terisolasi…Biker tetap dapat kok, ngelihat jalan dengan lega sebab ada kaca pelindung di tahap tengah wajah yang dapat dibuka serta ditutup. Kaca pelindung tersebut, juga melindungi mata dari debu alias hujan. Tidak hanya itu, helm-helm full face yang beredar di pasaran sekarang, tak sedikit sudah dibekali ventilasi udara. Ventilasi ini bermanfaat ngejaga sirkulasi udara serta temperatur dalam helm biar Biker ngga kepanasan.

Motocross helmet
Bentuk modifikasi helm motor full face adalah helm off-road alias dikenal helm motocross. Tingkat keamanan helm ini sedikit tak sedikit sama kayak helm full face. Tapi bedanya, helm off-road biasanya ngga ada kaca pelindung sebab tahap ini digantikan oleh googles, yang bermanfaat melindungi wajah dari debu berterbangan saat meliuk-liuk di rintangan off-road. Awalnya, helm off-road lebih menyerupai helm open face yang dipakai dengan tambahan masker wajah serta googles.

Modular helmet
Helm modular alias flip-up adalah helm hasil perkawinan silang antara helm full face serta helm open face. Bentuknya hampir sama kayak helm full face. Hanya bedanya, tahap “rahang“ helm dapat diangkat kayak helm open face. Helm ini mempermudah Biker untuk tetap meperbuat aktivitas semacam makan alias minum, tanpa mesti melonggarkan strap helm alias ngelepas helm. Tapi ngga disarankan lho, memakai helm ini dengan posisi “rahang“ diangkat! Persoalannya pengendara dapat kena resiko terluka di tahap leher jika terjadi kecelakaan.

Open face helmet
Helm tipe open face ini biasa juga disebut helm half face. Bentuknya menutupi tahap belakang kepala, tapi ngga menutupi muka. Makanya helm ini hanya kasih perlindungan maksimal dibagian belakang kepala aja. Kadang-kadang, kaca pelindung wajah ngga tersedia di helm half face ini. Bagi yang ngga ada kaca pelindung, disarankan memakai wrap sun glasses alias googles, biar terhindar dari semburan angin serta debu, jadi Biker makin enjoy berkendara.

Shorty helmet
Shorty helmet alias bahasa gaulnya helm cetok, paling minim kasih perlindungan sebab hanya menutupi setengah dari tahap kepala. Leluasa memandang serta terpaan angin sepoi-sepoi menjadi keunggulan helm ini. Tapi terus tak tertutup, maka terus minim melindungi kepala Biker.